Ribuan Botol Minuman Keras Hasil Operasi Dimusnahkan

oleh -19 views
HASIL RAZIA: Polres Majalengka memusnahkan ribuan botol miras hasil razia jelang peringatan natal dan tahun baru. Foto: Anwar Baehaqi/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Ribuan botol minuman keras (Miras) yang selama ini diperoleh dari hasil operasi dimusnahkan di halaman Mapolres Majalengka, Senin (21/12). Pemusnahan ribuan botol miras dipimpin langsung oleh Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi beserta Forkopimda.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan. Ia berharap Kabupaten Majalengka lebih kondusif lagi.

Baca Juga: https://kotaangin.radarcirebon.com/cek-kesiapan-pengamanan-natal-dan-tahun-baru/

“Kita harapkan dengan adanya kegiatan ini, penyakit masyarakat di Majalengka bisa semakin berkurang,” ungkap Bupati.

Dikatakan Bupati, penyakit masyarakat yang di antaranya penyalahgunaan narkoba dan minuman keras bukan hanya menghancurkan diri sendiri. Tetapi juga merugikan orang banyak. Hal ini menjadi penyakit masyarakat dan tidak memandang status maupun jabatan.

“Untuk itu bagi masyarakat Majalengka agar menjauhi pekat ini. Ajaran agama pun dengan jelas melarang hal tersebut serta tentunya bisa menjadikan kita terjerat hukum,” jelas Bupati.

Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan pemusnahan barang bukti hasil Operasi melalui KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) Polres Majalengka sebanyak 2.359 botol minuman keras dan 42 botol ciu.

Sedangkan hasil Ops Polsek Jajaran 571 botol minuman keras dan 117 botol ciu, Barang bukti miras ini merupakan hasil KRYD dan operasi Polsek Jajaran Polres Majalengka.

Kapolres juga mengajak seluruh stakeholder dan semua lapisan masyarakat untuk bersinergi melawan peredaran miras di Kabupaten Majalengka. “Masyarakat harus peka peredaran dan penggunaan miras sangat berbahaya,” ungkapnya.

Kapolres menambahkan, Polres Majalengka akan selalu konsisten berkontribusi mengurangi berbagai macam gangguan Kamtibmas.

“Gangguan Kamtibmas ini memang di antaranya berawal dari adanya konsumsi minuman keras. Jelas sekali kalau miras sangat dilarang oleh agama. Peredaran miras pun sebetulnya bukan hanya tugas dari kepolisian saja, tapi masyarakat pun harus peka akan potensi bahaya bagi generasi muda bangsa,” tambahnya. (bae)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *