Kantor DPRD Majalengka Tak Terima Tamu hingga 6 Januari

oleh -23 views
TUTUP SEMENTARA: Kantor DPRD Majalengka disemprot disinfektan menyusul adanya suami dari staf pegawai dewan yang meninggal karena terpapar virus corona. Foto: Ono Cahyono/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Kantor DPRD Majalengka yang berada di Jalan KH Abdul Halim tepatnya di depan alun-alun Majalengka terpaksa di-lockdown, Rabu (30/12). Hal itu menyusul, adanya seorang suami dari staf pegawai dewan yang meninggal dunia karena terpapar virus corona.

Baca Juga: https://kotaangin.radarcirebon.com/bupati-keluarkan-surat-edaran-larang-tahun-baru-dan-operasional-kafe/

Kabag Umum DPRD Majalengka, Surahman membenarkan kantor dewan mulai Rabu (30/12) sementara tutup atau tidak menerima kunjungan tamu. Kantor DPRD akan disterilkan terlebih dahulu. Para anggota dewan secara keseluruhan menjalani work from home (WFH).

Kendati bukan stafnya yang terpapar, pihaknya merasa khawatir akan adanya penyebaran di kalangan anggota dewan maupun pegawai lainnya.

“Untuk mencegah hal itu, kami sudah melakukan penyemprotan disinfektan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Majalengka. Sementara, lockdown ini digelar selama satu minggu lamanya atau sampai tanggal 6 Januari 2021 mendatang,” terangnya.

Kantor DPRD Majalengka sejak pagi hari tampak sepi. Hanya petugas kebersihan dan staf yang piket berada di kantor tersebut. Sementara itu, DPRD Majalengka masih belum bersikap soal tes swab bagi seluruh anggota DPRD hingga pegawainya. Pihak sekretariat DPRD masih menunggu keputusan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka.

Menurut Surahman, apapun keputusan yang diambil tim Satgas, pihaknya pasti akan mengimplementasikannya.

Sementara itu, H-1 penutup tahun 2020, kasus terkonfirmasi positif pasien covid-19 terus mengalami kenaikan. Data pada Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Majalengka menyebutkan kasus positif sudah mencapai 1.140 orang.

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Majalengka H Alimudin SSos MM MMKes menyebutkan dua hari terakhir kenaikan kasus mencapai 42 orang. Jumlah tersebut tersebar di beberapa kecamatan salah satunya Majalengka.

“Hingga saat ini kondisi sebaran kasus masih cukup tinggi. Dari data dua hari yang lalu atau Senin (28/12) mencapai 1.098 orang dan hingga Rabu (30/12) tercatat 1.140 kasus,” jelasnya.

Pasien aktif dari dari 190 menjadi 215 seiring kenaikan 25 orang, pasien sembuh juga naik dari 805 menjadi 816 atau naik 11 orang selama kurun waktu dua hari terakhir ini.

Alimudin menyebutkan adapun pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 tercacat dari 107 orang menjadi 109. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *