Bupati Keluarkan Surat Edaran Larang Tahun Baru dan Operasional Kafe

oleh -31 views
DR H Karna Sobahi MMPd, Bupati Majalengka

MAJALENGKA – Bupati Dr H Karna Sobahi MMPd mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor : 204/090/Satuan Tugas tentang Pelarangan Perayaan Tahun Baru 2021 dan Pencegahan Kerumunan Masa di wilayah kabupaten Majalengka. Surat edaran ini sebagai upaya menekan laju peningkatan jumlah kasus Covid-19 di kota angin.

Baca Juga: https://kotaangin.radarcirebon.com/rapid-test-syarat-santri-kembali-ke-pondok/

“SE ini dasarnya menindaklanjuti Kepbup Majalengka Nomor:360/Kep.860-BPBD/2020 tentang perubahan atas Keputusan Bupati tentang perpanjangan kelima pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru dalam percepatan Penanganan Covid-19,” jelasnya, kemarin.

Ia menjelaskan, SE ini juga dalam rangka menindaklanjuti surat edaran nomor 204/KPG.03.05/HUKHAM tentang perubahan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat nomor 202/KPG.03.05/HUKHAM tentang pelarangan perayaan tahun baru 2021 dan pencegahan kerumunan masa.

Pihaknya juga akan memperketat Operasi Yustisi dan patroli pengawasan serta penegakan disiplin protokol kesehatan (Prokes) hingga tingkat kecamatan. Protokol kesehatan di perkotaan perkotaan juga akan lebih diperketat lagi yang berpengaruh terhadap 50 persen pegawai Work From Home (WFH).

Disamping itu, pembatasan jam operasional restoran, cafe, warung makan, tempat hiburan, mall dan usaha sejenisnya mulai dari pukul 08.00 sampai dengan 18.00 dan pasar rakyat/pasar tradisional beroperasi setiap hari mulai pukul 02.00 WIB sampai dengan 16.00.

Petugas juga tidak segan akan membubarkan kerumunan masa di ruang publik serta di wilayah pedesaan akan dioptimalkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

“Kebijakan lain yang sebelumnya telah ditetapkan pada pintu perbatasan atau pintu masuk di desa/kelurahan, dusun bagi pendatang masuk dan yang keluar juga harus membuktikan Rapidtes Antigen. Pemda juga tidak memfasilitasi kegiatan yang menimbulkan kerumunan masa termasuk acara pergantian tahun,” tegasnya.

Selain itu, objek wisata juga sementara untuk ditutup. Kegiatan ini telah ditetapkan sejak Selasa (22/12) hingga Jumat (8/1) mendatang.

Terpisah juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 kabupaten Majalengka H Alimudin SSos MM MMKes mengungkapkan angka sebaran kasus Terkonfirmasi positif sejak Minggu hingga Senin mengalami kenaikan 12 orang.

“Sampai Senin kemarin pasien aktif juga mencapai 190 orang, 805 lainnya sembuh dan meninggal dunia mencapai 107 orang. Untuk update hingga Selasa (29/12) kami belum menerima hasil,” jelasnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *