Aliran Sungai Cibugang Meluap, Rendam Dua Desa

oleh -27 views
BERSIH-BERSIH: Warga Desa Garawangi mengeluarkan perabot rumah tangga pasca banjir, kemarin (29/12). Hujan deras pada Senin (28/12) membuat puluhan rumah di dua desa terendam. Foto: Ono Cahyono/Radar Majalengka

MAJALENGKA – Hujan deras yang terjadi Senin (28/12) sore menyebabkan sungai Cibugang yang berada di perbatasan Desa Garawangi dengan Desa Sumberjaya Kecamatan Sumberjaya meluap. Akibatnya puluhan permukiman di dua desa terendam.

Baca Juga: https://kotaangin.radarcirebon.com/bupati-keluarkan-surat-edaran-larang-tahun-baru-dan-operasional-kafe/

Salah seorang warga, Maman (50) menceritakan banjir terjadi di Blok Kamuningsari Senin (28/12) malam. Banjir mulai masuk dan menggenangi rumah warga dengan ketinggian hingga lebih dari 1 meter.

“Kebetulan rumah saya persis berada di pinggir sungai. Sejak sore hari kemarin saya melihat volume air di sungai Cibugang terus meninggi. Saya khawatir karena intensitas dari hulu sungai tinggi. Ditambah volume air tinggi. Benar saja peristiwa buruk terjadi pada rumah warga di sini,” tuturnya, Selasa (29/12).

Ia mengaku air mulai meluap selepas magrib dan masuk ke permukiman penduduk. Barang-barang berharga milik warga terdampak tidak bisa diselamatkan. Warga pun sibuk membersihkan sisa banjir Selasa (29/12).

“Saya tidak menyangka banjir ini sampai masuk ke rumah. Kejadian banjir tersebut merupakan pertama kalinya sejak saya tinggal di desa ini,” ujarnya.

Baca Juga: https://kotaangin.radarcirebon.com/rapid-test-syarat-santri-kembali-ke-pondok/

Air mulai masuk mulai pukul 19.00 WIB. Baru surut tengah malam. “Banjir kali ini paling parah,” ujarnya.

Maman mengaku rumahnya paling parah terdampak karena berada tepat di samping sungai. Padahal desain rumah sudah dibuat cukup tinggi. Mamun tetap saja air masuk yang melebihi dari 1 meteran.

Selain rumahnya tergenang banjir, dirinya sejak dini hari tadi membersihkan segala perabotan miliknya yang rusak. Ia pun berharap, ada bantuan dari pemerintah untuk mengurangi kerugian yang dialaminya.

Salah satu warga lainnya, Suherdi (42) menambahkan air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 19.00 WIB. Beruntung, rumahnya tidak terdampak karena masih berada di dataran tinggi.

“Semalam juga tim dari BPBD, TNI/Polri, Pemdes terjun langsung ke lokasi. Warga yang rumahnya kemasukan air langsung dievakuasi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, kejadian banjir ini merupakan yang terparah selama beberapa tahun terakhir. Sementara, surutnya banjir sudah terjadi sekitar pukul 24.00 WIB.

Kepala Desa Garawangi, Agus Setiawan menyampaikan meski puluhan rumah warga terdampak banjir, saat ini warga masih berada di kediamannya masing-masing. Pasalnya, peristiwa banjir hanya dalam waktu sesaat dan tidak menyebabkan korban jiwa. “Alhamdulilah, belum ada yang mengungsi. Semalam cuma dievakuasi saja. Ada warga yang terjebak di dalam rumah. Kami juga selalu sigap jika ada banjir susulan,” tandasnya. (ono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *